RSS

Tag Archives: Palestine

Palestinians to ask UN recognition in September

Foreign Minister Riyad al-Maliki

RAMALLAH, March 30 (KATAKAMI.COM) — The Palestinian leadership will ask the United Nations to recognize the Palestinian state in September despite Israeli objection, Foreign Affairs Minister Riad al-Maliki said Wednesday, XINHUA NEWS AGENCY reported.

The Palestinians will ask the U.N. Security Council to recognize an independent Palestinian state on the lands that Israel occupied in the 1967 war, al-Maliki was quoted by local Al- Ayyam newspaper as saying.

However, he expected that a member of the U.N. Security Council would use the veto to block the draft resolution on the recognition of the Palestinian state, hinting the United States, which sees that the Palestinian state should be a result of a negotiated agreement between Israel and the Palestinians.

However, if the draft resolution was vetoed, the Palestinians can go to the U.N. General Assembly to ask for recognition according to the U.N. “Uniting for Peace” resolution, which allows the General Assembly to address issues related to peace and security when differences between the U.N. Security Council members thwart a decision, al-Maliki said.

Al-Maliki also rejected Israeli threats to take unilateral measures if the U.N. recognized the Palestinian state, saying “the Israeli threats reflect a state of confusion and fears.”

Peace talks between Israel and the Palestinians were halted in September 2010. The Palestinians walked out of the U.S.-brokered negotiations, protesting the resumption of Jewish settlement construction in the West Bank. (*)
 
Comments Off on Palestinians to ask UN recognition in September

Posted by on March 30, 2011 in World News

 

Tags:

Mahmoud Abbas Temui Hamas, Hamas Ingin Gencatan Senjata, Israel Apa Jawabanmu ?

President Mahmoud Abbas held talks Saturday (26/3/2011) with Hamas leaders in Ramallah, in a meeting both sides described as “positive.” As reported by Ma’an News Agency on Saturday, Aziz Dweik, the Hamas head of the Palestinian legislature, said the meeting was “highly positive” and that “practical moves on the ground will taken in the coming days” regarding Abbas’ proposed visit to Gaza to make a unity deal.

 

Jakarta, 27/3/2011 (KATAKAMI.COM) — Akhirnya Presiden Palestina Mahmoud Abbas menepati ucapannya sendiri yaitu menemui pihak Hamas, rival politik terberat dari kubu Fatah ( yang merupakan kubu dari Presiden Abbas).

Walaupun sebenarnya, pertemuan ini belum merupakan pertemuan antar dua rival politik yang sesungguhnya. Sebab yang dinantikan oleh semua pihak adalah pertemuan antara Presiden Mahmoud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyeh yang bermarkas di Jalur Gaza.

Pertemuan di hari Sabtu (26/3/2011) itu adalah pertemuan antara Abbas dan delegasi parlemen Hamas.

Tapi walaupun ini belum merupakan pertemuan puncak antar kedua pemimpin tertinggi, tetap saja pertemuan tersebut harus disambut baik oleh semua pihak.

Sebab apapun permasalahannya, Presiden Abbas memang harus membuka semua peluang bagi terciptanya persatuan didalam internal Palestina sendiri.

Arah dari pertemuan antara pihak Presiden Abbas dan Hamas adalah mencari peluang bagi koalisi utuh antara Fatah dan Hamas didalam pemerintahan Palestina secara keseluruhan.

Seperti dilansir oleh Kantor Berita Ma’an News Agency pada hari Sabtu ( 26/3/2011), Aziz Dweik  — yang merupakan Ketua  Legislatif Hamas — mengatakan bahwa pertemuan itu “sangat positif. Kunjungan ini telah menjadi tuntutan rakyat dan harus dijawab,” kata Dweik.

 

Perdana Menteri Hamas ( di Jalur Gaza ) Ismail Haniyeh

 

Terutama untuk mengantisipasi rencana kunjungan Presiden Abbas ke Jalur Gaza untuk bertemu PM Ismail Haniyeh.

Jadi, tak lagi terpecah antara Fatah dan Hamas.

Seakan-akan, Palestina terbagi antara 2 negara bagian yaitu West Bank ( Tepi Barat ) dan Gaza Strip ( Jalur Gaza ).

Palestina ya Palestina.

Palestina memang harus menjadi satu kesatuan yang utuh tak terpisahkan.

Solid.

Jangan lagi terpecah dua secara berkepanjangan.

Walaupun kalau mau jujur, niat dari Presiden Abbas membangun “koalisi persatuan” antara Fatah dan Hamas akan sulit diwujudkan dalam panggung politik yang riil.

Tingginya tingkat militansi yang kuat melekat dalam diri Hamas, akan menjadi beban bagi koalisi persatuan itu di kemudian hari.

Dan jika itu sudah menjadi beban politik maka konsekuensinya adalah segala tindak-tanduk Hamas yang kerap kali membuka ruang konfrontasi dengan negara tetangganya yaitu Israel, mau tak mau harus menjadi beban politik bagi Presiden Abbas dan kabinet koalisi persatuan yang diimpikannya.

Abbas memang harus mendapat hormat dan penghargaan yang tinggi.

Ia menunjukkan upaya yang serius untuk melakukan terobosan-terobosan yang sangat penting untuk Palestina.

Abbas memang figur yang kuat dan sangat sentral dalam proses perdamaian ini.

Dia yang terbaik untuk menjadi pemimpin di Palestina selama ini.

Tapi sayang, pertemuan Presiden Abbas dan Hamas di akhir pekan inipun sebenarnya terlaksana di saat suasana masih sangat panas antara Hamas dan Israel.

 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinetnya pada hari Minggu, 27 Maret 2011. Dalam pernyataannya, PM Netanyahu mengumumkan bahwa terhitung hari Minggu (27/3/2011) telah dilakukan penempatan IRON DOME atau sistem pertahanan roket di daerah BERSYEBA, yang terletak di bagian selatan Israel. Tetapi Netanyahu menjelaskan bahwa IRON DOME ini belum bisa melindungi setiap rumah, sekolah dan basis pertahanan di Israel secara keseluruhan. Pemerintah Israel, lanjut PM Netanyahu, memang menyadari bahwa penempatan IRON DOME ini bukan merupakan solusi yang komprehensif, mengingat tingginya ancaman yang diterima Israel dari Pihak Hamas. Netanyahu menambahkan bahwa tingginya ancaman dari HAMAS, hanya bisa dihadapi dengan kombinasi antara tindakan ofensif dan pencegahan dengan langkah-langkah pertahanan. Netanyahu juga mengatakan bahwa Hamas bertanggung jawab atas segala sesuatu yang selama ini mereja tembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel.

 

Terhitung hari Minggu (27/3/2011) ini, Israel Defense Force atau IDF mendapat perintah dari Departemen Pertahanan Israel untuk memasang Sistem Penangkal Roket di daerah BERSYEBA, yang terletak di bagian Selatan Israel yang ditujukan oleh mendeteksi dan menangkal semua roket atau mortar yang dikirimkan terus menerus dari pihak Hamas.

Penempatan sistem pertahanan roket di daerah BERSYEBA ini, masih dalam tahap pengujian selama beberapa minggu mendatang.

Rencana pemasangan sistem pertahanan roket ini, pertama kali dicetuskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seusai menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang datang berkunjung ke Israel hari Jumat (25/3/2011) lalu.

Gates berkunjung ke Israel dan Palestina, menjelang memasuki masa pensiunnya sebagai orang nomor satu di Pentagon ),

Seperti yang diberitakan oleh Voice of America pada hari Sabtu ( 26/3/2011), Pemerintah Israel memutuskan akan memasang sistem pertahanan roket yang mahal sebagai tanggapan atas meningkatnya serangan mortir dan roket baru-baru ini ke Israel selatan dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Sistem pencegat yang disebut “Iron Dome” atau Kubah Besi itu mampu menembak jatuh roket-roket yang ditembakkan dalam jarak lima sampai 70 kilometer.

Keputusan Israel itu menyusul janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hari Jumat bahwa pemerintahnya siap bertindak dengan “kekuatan besar” untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.

Puluhan roket dan mortir telah ditembakkan di perbatasan Israel-Gaza dalam seminggu ini. Militer Israel membalas dengan serangan udara, menjadikannya peningkatan kekerasan paling serius sejak berakhirnya Perang Gaza dua tahun lalu.

Ini adalah sinyalemen yang sangat kuat dari Israel bahwa mereka sudah kehilangan kesabaran.

Bisa dispekulasikan bahwa pemasangan sistem penangkal roket itu hanya sebagian kecil dari serangkaian panjang tindakan-tindakan yang sangat sistematis dari pihak militer Israel untuk mengantisipasi semua bentuk ancaman pada wilayah terorial mereka.

 

UN Sec.Gen Ban Ki-moon

 

Dan seiring dengan terlaksananya pertemuan antara Presiden Abbas dengan Hamas, tercetus juga keinginan dari Hamas untuk melakukan gencatan senjata dengan Israel.

Jadi ternyata, atmosfir perang tak hanya terjadi di Libya.

Gejala awal dari peperangan baru antara Israel dan Hamas sudah mulai tampak jelas di mata dunia.

Hamas juga meminta perhatian dari Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations) untuk secara serius melindungi kalangan sipil di Jalur Gaza dari ancaman serangan militer Israel.

Pertanyaannya, jika Hamas meminta perlindungan dari PBB, maka bukankah hal yang sama juga bisa diminta oleh pihak Israel kepada PBB ?

Sama saja, Israel juga mendapat serangan militer dari Hamas.

Tak cuma sekedar gertak sambal, tindakan provokasi yang berbentuk kriminalitas yang sangat serius dan aksi teror bom juga sudah dialami oleh Israel dalam 2 pekan terakhir.

Pembunuhan terhadap satu keluarga keturunan Yahudi di kawasan Itamar ( Nablus) dan serangan bom di sebuah halte bis di Yerusalem.

Begitu juga serangan balasan dari Israel, sedang terus dilakukan ( dengan dilengkapi oleh pemasangan sistem penangkal roket ).

Kembali pada masalah tawaran Hamas untuk melakukan gencatan senjata dengan Israel.

Satu hal yang harus diingat oleh Hamas bahwa memanasnya situasi terakhir selama 2 pekan terakhir ini bukan sekedar kontak senjata antara sayap militer Hamas dengan pihak militer Israel.

Pembunuhan yang terjadi di Itamar ( Itamar Killings), tak menggunakan senjata api yang canggih. Sebab pembunuhan itu terjadi dengan menggunakan senjata konvensional yaitu senjata tajam berupa pisau untuk menikami secara sadis sepasang suami isteri dan 3 orang anak Yahudi.

Tak ada senjata api disitu.

Tak ada bom.

Tak ada misil.

Sangat konvensional !

Cukup dengan menggunakan pisau, satu keluarga Yahudi mati dibunuh secara sadis.

Disinilah permasalahan yang sebenarnya !

Lalu, masuk pada serangan bom yang meledakkan sebuah halte bis di Yerusalem beberapa hari lalu.

Itu menewaskan satu warga asing yaitu seorang perempuan misionaris berkewarganegaraan Skotlandia.

Posisi Israel menjadi diatas angin terkait serangan bom di Yerusalem.

 

Kelompok Kwartet Untuk Urusan Timur Tengah ( dari kiri ke kanan ) : Tony Blair mewakili Inggris, Hillary Clinton mewakili Amerika Serikat, Sergei Lavrov mewakili RUSIA, Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan Chaterine Ashton sebagai Ketua Komisi Luar Negeri pada UNI EROPA

 

Sebab PBB dan komunitas internasional mau tak mau harus mengutuk serangan bom di Yerusalem beberapa hari lalu.

Disaat Hamas meminta PBB melindungi warga sipil di Jalur Gaza, faktanya warga sipil ( termasuk warga asing yang bergerak di bidang keagamaan ) jadi korban aksi teror bom.

Tetapi kalau mau jujur, serangan bom di Yerusalem itu BELUM TENTU juga merupakan perbuatan dari Hamas.

Sebab sampai ini, belum ada bukti bahwa ledakan bom itu hasil perbuatan Hamas.

Barangkali, patut dapat diduga ada PIHAK KETIGA yang ingin mengadu-domba dan lebih memperparah situasi ( dan konfrontasi ? ) antara Israel dan Hamas.

Sebab kalau dilihat dari rangkaian serangan mortar dari Hamas yang terjadi selama ini kepada Israel, biasanya mereka akan mengincar dan melakukan serangan-serangan mortar / roket ke wilayah perbatasan.

Sangat jarang bisa menembus masuk sampai ke dalam arah wilayah Israel.

Jadi, waspadailah juga PIHAK KETIGA.

Sebenarnya kalau mau jujur, tak akan mungkin Hamas bisa lalu lalang didalam wilayah Israel.

Diluar pihak Israel sendiri, yang bisa masuk ke dalam wilayah Israel adalah wisatawan dan kalangan perwakilan diplomatik yang memang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Sehingga, ada kemungkinan PIHAK KETIGA yang menciptakan provokasi untuk memperburuk dan memperparah situasi antara ISRAEL dan PALESTINA.

Tetapi dugaan tentang keterlibatan HAMAS dibalik aksi teror bom di hal bis Yerusalem baru-baru ini, tetap harus terbuka lebar karena selama ini yang patut dapat diduga sangat agresif melakukan berbagai serangan ke Israel adalah PIHAK HAMAS.

Tapi ya, sekali lagi, tudingan tidak bisa begitu saja diarahkan kepada PIHAK HAMAS.

Untuk menghajar Israel yang dianggap sangat “tak bisa diatur” oleh kekuatan asing manapun, bisa dispekulasikan bahwa satu-satunya cara yang dianggap paling ampuh adalah memaksa Israel untuk emosi.

Lalu menyerang balik secara sangat amat keras ( dan brutal ) ke pihak Hamas.

Karakter Israel yang sangat tak bisa diusik sedikitpun untuk urusan keamanan, menjadi salah satu yang barangkali menjadi pertimbangan.

Bagaimana caranya agar Israel terpancing untuk marah ?

Bagaimana caranya agar Israel menyerang dengan kekuatan militer yang sangat besar dan kuat ke arah sipil di Gaza ?

Bagaimana caranya agar setelah serangan militer yang spektakuler itu, akan sangat banyak kalangan sipil di Gaza yang mati sia-sia ?

Jika semua itu sudah terjadi, jangan heran misalnya ada negara tertentu yang meminta agar Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat.

Dan kalau perlu mengeluarkan Resolusi ( yang ke sekian kalinya ) untuk Israel.

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, kanan, berjabatan tangan dengan disaksikan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dalam sebuah pertemuan di New York tanggal 22 September 2009

 

Inilah yang harus sangat diingat oleh Israel, kendalikan semua situasi dan perangkat militer dalam menyikapi perkembangan situasi dan keamanan antara Israel dan Hamas.

Jadi, kalau Hamas menawarkan gencatan senjata, satu hal yang harus dipertanyakan, sebenarnya kapankah peperangan itu dimulai ?

Apakah memang peperangan terbaru ini yang memang didahului oleh pihak Israel ?

Apakah situasi yang sangat buruk akhir-akhir ini merupakan inisiatif dari pihak Israel ?

Apakah pembunuhan brutal di Itamar ( Itamar Killings ) memang merupakan bagian dari peperangan antar kekuatan militer ?

Sebab, jika menggunakan kata GENCATAN SENJATA maka dalam bayangan setiap orang adalah situasi perang yang sangat tak terkendali.

Tawaran gencatan senjata dari Hamas kepada Israel, memang harus direspon oleh pihak Israel.

Israel, apa jawabanmu ?

Jawablah tawaran gencatan senjata dari pihak Hamas …

Semua pihak menginginkan agar situasi politik dan keamanan di Israel dan Palestina, sama-sama aman, kondusif dan terkendali.

Jangan ada lagi anarkisme.

Jangan ada lagi brutalisme.

Jangan ada lagi kriminalisme.

Jangan ada lagi terorisme.

 

Perdana Menteri Palestina Salam Fayaad dan Presiden Mahmoud Abbas

 

Mahmoud Abbas menemui Hamas. Hamas tawarkan gencatan senjata pada Israel.

Israel, ( sekali lagi kalian ditanya ), apa jawabanmu terhadap tawaran gencatan senjata itu ?

Kalau dari perkiraan akal sehat maka tawaran ini akan ditampik oleh Israel.

Sebab Israel memang sudah sangat marah karena warganya dibunuh dan keamanan di dalam negeri mereka juga terancam terus menerus.

Tapi, pikirkanlah kepentingan yang lebih besar, daripada hanya sekedar marah dan marah, sebagai wujud dari rasa geram yang berkepanjangan.

Biarkan PBB dan komunitas internasional melihat serta menilai, apakah betul brutalitas yang berisi seribu satu macam tindakan anarkisme itu,  hanyalah melulu didominasi oleh pihak Israel semata ?

Jawablah Israel, jawablah (rencana) tawaran Hamas untuk gencatan senjata.

Jawablah dengan bahasa diplomatik yang terukur dan terarah, fokus pada itikat baik dan keseriusan melanjutkan peta jalan menuju perdamaian yang sesungguhnya antara Israel dan Palestina.

Dahulukan kepentingan yang lebih besar yaitu menyelamatkan dan melanjutkan proses damai antara Israel dan Palestina.

Jangan menjawab dengan kekuatan militer yang sangat besar dan kuat untuk menggempur Jalur Gaza !

Jangan, sekali lagi jangan !

Sebab itu akan sangat membahayakan kalangan sipil tak bersenjata ( dan disinilah letak keberuntungan Hamas, bahwa mereka berada diantara kalangan sipil tak bersenjata di Jalur Gaza tetapi dari Jalur Gaza mereka bisa melempari Israel dengan sedemikian banyak roket dan mortar ).

 

 

Baik Israel, maupun Palestina, harus sama-sama bersedia memberikan pengakuan atas keberadaan dari negara tetangga mereka masing-masing.

Israel mengakui bahwa Palestina adalah sebuah negara yang berdaulat.

Dan Palestina juga mengakui bahwa Israel adalah sebuah negara yang berdaulat.

Mungkinkah ini terjadi ?

Dunia menunggu jawaban dari Israel dan Palestina …

Sudah terlalu lama komunitas internasional menunggu perdamaian itu tercapai, sehingga memang perlu bagi semua pihak untuk berperan serta membukakan jalan yang selebar-lebarnya bagi Palestina untuk memproklamirkan diri mereka sebagai sebuah negara.

Tak ada alasan untuk tidak mendukung berdirinya Negara Palestina.

Sudah sangat lama mereka menunggu kesempatan itu terjadi.

Tetapi hendaklah agenda yang sangat penting terkait berdirinya Negara Palestina ini, tak perlu sampai harus mengorbankan banyak hal. Dan tak perlu menistakan atau mendorong-dorong Israel agar mereka masuk dalam perangkap permainan yang bertujuan menciptakan perang baru.

Jadi, untuk yang ke sekian kalinya, Hamas dan Israel sama-sama dihimbau untuk menahan diri dan tidak terus menerus saling serang antar kekuatan militer.

Dan kalau mau jujur, tak dibutuhkan istilah gencatan senjata dalam konteks Israel dan Hamas.

Yang dibutuhkan disini adalah kesadaran dan kemampuan dari masing-masing pihak untuk saling menghormati dan saling menghargai.

Jangan menyerang, jika tidak ingin diserang.

Dan jangan lakukan, apa yang kita tidak ingin agar orang lain melakukan hal itu kepada diri kita.

 

 

(MS)

 
Comments Off on Mahmoud Abbas Temui Hamas, Hamas Ingin Gencatan Senjata, Israel Apa Jawabanmu ?

Posted by on March 27, 2011 in World News

 

Tags: , , ,

Iron Dome Defense To Start Working Sunday in Southern Israel

Iron Dome

 

 

Israel, March 27, 2011 (KATAKAMI.COM / Arutz Sheva News ) Arutz Sheva reporter Kobi Finkler reported that the IDF will be installing  two operative stations of the Iron Dome anti-missile system in southern Israel tomorrow, three months earlier than the date set for their operation.

The IDF reported: “This week we held several trials to check the system’s preparedness and their success has resulted in our being able to operate the system, starting tomorrow.”

Meanwhile, Gazan terrorist organizations held a meeting on Saturday evening and announced that they are willing to agree to stop launching missiles towards Israel if Israel agrees to stop its air and artillery attacks on Gaza.

They did not allude to the many such offers they have broken nor to the  fact that Israel’s military actions are retaliatory and preventive in nature, a result of the barrages of mortar fire, rockets and even several grad missiles that reached Beer Sheva, Ashkelon and Ashdod last week.

Hamas’ spokesman in Gaza said, “We guarantee a ceasefire if the ‘occupation forces’ guarantee the same” and added that the Hamas would see to it that the ceasefire is enforced. Another spokesman told the Israeli radio station, Radio Kol Chai, that “the ball is now in Israel’s court.”

This evening (Saturday) a kassam rocket from Gaza exploded in an open area in the Eshkol regional authority’s jurisdiction. There was no one wounded and no damage resulted. On Friday night, two kassam rockets were fired on Israel from Gaza. One exploded inside a community in the Eshkol region and severely damaged a home. The next door house also sustained damage, although no one was hurt. The second rocket landed in an empty area.

Youngsters will be going back to school tomorrow in Beer Sheva, Ashdod and Ashkelon after schools were closed in response to last week’s grad missiles.  (*)

 
Comments Off on Iron Dome Defense To Start Working Sunday in Southern Israel

Posted by on March 27, 2011 in World News

 

Tags: ,

Photostream : Egyptian President Hosni Mubarak meets Palestinian Authority President Mahmoud Abbas

Egyptian President Hosni Mubarak, right, meets with Palestinian authority President Mahmoud Abbas, centre, at the Presidential palace in Cairo, Egypt, Monday, Jan. 24, 2011. Talks come within the framework of efforts aimed at reviving the Middle East peace process. At left is Senior Palestinian negotiator Saeb Erekat. (AP Photo/Amr Nabil)

From right to left, Egyptian President Hosni Mubarak meets with Palestinian authority President Mahmoud Abbas, Senior Palestinian negotiator Saeb Erekat, Egyptian foreign minister Ahmed Aboul Gheit and Abbas spokesman Nabil Abu Rudeineh at the Presidential palace in Cairo, Egypt, Monday, Jan. 24, 2011. Talks come within the framework of efforts aimed at reviving the Middle East peace process. (AP Photo/Amr Nabil)

Egyptian President Hosni Mubarak (R) talks with Palestinian President Mahmoud Abbas (C) and Palestinian Chief Negotiator, Saeb Erekat, during their meeting at the presidential palace in Cairo, January 24, 2011. Palestinian negotiators secretly told Israel it could keep swathes of occupied East Jerusalem, according to leaked documents that show Palestinians offering much bigger peace concessions than previously revealed. The documents, obtained by the Al Jazeera television channel, could undermine Abbas's position, whose public declarations about Jerusalem are at odds with what his officials were promising in private. REUTERS/Asmaa Waguih

Palestinian authority President Mahmoud Abbas, right, listens to Senior Palestinian negotiator Saeb Erekat during a press conference following his meeting with Egyptian President Hosni Mubarak, not pictured, at the Presidential palace in Cairo, Egypt, Monday, Jan. 24, 2011. (AP Photo/Amr Nabil)

 
Comments Off on Photostream : Egyptian President Hosni Mubarak meets Palestinian Authority President Mahmoud Abbas

Posted by on January 24, 2011 in World News

 

Tags: , , , ,

Russia's Medvedev to visit Jordan, Palestinian Territory next week – Kremlin

Russian President Dmitry Medvedev

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Moscow, Jan 16 (KATAKAMI.COM / RIA NOVOSTI / KREMLIN.RU) — Russian President Dmitry Medvedev will make an official visit to Jordan and the Palestinian Territory on January 18-19, the Kremlin press service announced on Saturday.

Medvedev earlier had plans of visiting Israel on his two-day visit, however that trip was canceled due to Israeli Foreign Ministry employees calling a strike in order to get salary increases.

Russian Foreign Minister Sergei Lavrov said earlier this week that Israeli officials were categorically against entertaining any foreign guests during the strike.

According to some sources, Medvedev will visit Jericho in the West Bank to open a Russian museum. (*)

 
Comments Off on Russia's Medvedev to visit Jordan, Palestinian Territory next week – Kremlin

Posted by on January 16, 2011 in World News

 

Tags: , , ,

Photostream : Palestinian Prime Minister Salam Fayyad meets Norway's Foreign Minister Jonas Gahr Stoere

Palestinian Prime Minister Salam Fayyad (R) meets with Norway's Foreign Minister Jonas Gahr Stoere (L) on January 12, 2011 Ramallah, West Bank. (Photo by Fadi Arouri-Pool/Getty Images)

Palestinian Prime Minister Salam Fayyad (R) shakes hands with Norway's Foreign Minister Jonas Gahr Stoere in the West Bank city of Ramallah January 12, 2011. REUTERS/Fadi Arouri/Pool

Palestinian Prime Minister Salam Fayyad (R) and Norway's Foreign Minister Jonas Gahr Stoere attend a news conference after their meeting in the West Bank city of Ramallah January 12, 2011. REUTERS/Mohamad Torokman

 
Comments Off on Photostream : Palestinian Prime Minister Salam Fayyad meets Norway's Foreign Minister Jonas Gahr Stoere

Posted by on January 13, 2011 in World News

 

Tags: , ,

Palestinian PM Salam Fayyad : Palestinians seek more than a 'Facebook state'

Palestinian Prime Minister said Palestinians expect wider recognition of their statehood in 2011. -- PHOTO: AP

Please also visit : KATAKAMI.COM and INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

RAMALLAH, December 30, 2010 (KATAKAMI / THE STRAITS TIMES) — PALESTINIANS expect wider recognition of their statehood in the coming year and it will mean more than the mere ‘Facebook state’ predicted by an Israeli official, Prime Minister Salam Fayyad said on Wednesday.

Mr Fayyad said recognition by many countries would ‘enshrine’ the Palestinians’ right to a state in all of the West Bank and Gaza Strip, which Israel captured along with East Jerusalem in a 1967 war.

Seventeen years of peace efforts had failed to deliver this promise, he told reporters. The current Israeli coalition’s stated commitment to a two-state solution could not be relied on ‘given the erosion that has taken place’, he said.

Jewish settlement of the occupied West Bank and East Jerusalem has doubled since the interim Oslo accords of 1993.

Direct peace talks revived by Washington in September after a year’s suspension collapsed within weeks. A US drive to keep the process alive via third-party talks is in limbo.

The Palestinians reject further negotiation with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu until Jewish settlement of West Bank land is frozen and Mr Netanyahu states clearly what size and shape of state he envisages agreeing to eventually. ‘It is very important for that to be defined,’ Mr Fayyad said.   (*)

Source : THE STRAITS TIMES & REUTERS

 
Comments Off on Palestinian PM Salam Fayyad : Palestinians seek more than a 'Facebook state'

Posted by on December 30, 2010 in World News

 

Tags: ,