RSS

Tag Archives: Vladimir Putin

Despite attack, PM Netanyahu to meet with Putin, Medvedev

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu

JERUSALEM, ISRAEL, March 24, 2011 (KATAKAMI.COM) — Prime Minister Benjamin Netanyahu left Wednesday night for a 24-hour trip to Russia, after delaying his departure for a few hours following the bombing attack in Jerusalem, as reported by The Jerusalem Post on Wednesday.

Netanyahu is scheduled to hold separate meetings in Moscow Thursday with Russian President Dmitry Medvedev and Prime Minister Vladimir Putin. The two held meetings in Moscow on Tuesday with PA President Mahmoud Abbas in an apparent effort to take a more active and public role in the diplomatic process.

Russia, along with the US, EU and UN, is a member of the Quartet which in recent weeks has made an effort to raise its profile in the diplomatic process. Quartet representatives met twice this month with the PA’s Saeb Erekat, and once with Netanyahu’s envoy Yitzhak Molcho.

The EU’s envoy in Israel, Andrew Standley, said Wednesday that the Quartet feels it has a “role to play” to bring the parties together, and would continue to do so. Standley repeated the Quartet position that if the sides sat down to negotiations, it could be possible to reach an accord by September.

He downplayed the likelihood that the EU would unilaterally recognize a Palestinian state, saying “we are not there, that is not the channel of thinking.” Rather, he said, the focus remained on “how to get back to negotiations, and how to engage the sides.”

Standley said that French Foreign Minister Alain Juppe’s comment that the possibility of the entire EU recognizing a Palestinian state is something that “should be kept in mind” was not a declaration of EU policy.

Foreign Minister Avigdor Lieberman, meanwhile, left for Paris Wednesday night for a visit that will include a meeting with Juppe. The new French foreign minister’s comment is sure to be one of the topics of discussion.

Likewise, Lieberman, according to a statement issued by the Foreign Ministry, will tell Juppe that Israel expected French support for the IDF’s response to missile attacks from the Gaza Strip on Israeli population centers.

Lieberman, the statement said, will say that the escalation in missile attacks by Hamas and increasing attempts by Iran to smuggle arms into Gaza are part of an effort to “exploit the situation in the Middle East to threaten and harm Israel.”  (*)
Advertisements
 
Comments Off on Despite attack, PM Netanyahu to meet with Putin, Medvedev

Posted by on March 24, 2011 in World News

 

Tags: , , , ,

Russian Prime Minister Vladimir Putin concerned over Libya killings

Russian Prime Minister Vladimir Putin concerned over Libya killings

March 24, 2011 (KATAKAMI.COM / PRESS TV/ Reuters) — Russian Prime Minister Vladimir Putin has expressed concern over the number of civilian deaths in Libya as some Western countries have launched airstrikes on the North African country.
Putin made the remarks on Wednesday during a visit to Belgrade, slamming the strikes which can result in more civilian casualties in Libya, Reuters reported.

“What do we see today? Strikes are being carried out across the entire territory of the country,” asking, “How can you, with the aim of protecting the peaceful population, choose means that lead to an increase of deaths among the civilian population?”

Russia abstained from the vote on the UN Security Council resolution authorizing the use of force to protect civilians against Libyan ruler Muammar Gaddafi’s troops, but did not veto the decision.

Putin had earlier said that the UN Security Council resolution on the imposition of a no-fly zone over Libya resembled “medieval calls for crusades.”

Germany has already announced that it has pulled out of NATO operations in the Mediterranean and Italy says it will review the use of its bases for attacks on Libyan regime forces unless NATO leads the operations.

Russia, China and India as well as several other countries have also opposed the military campaign in Libya.

Despite the negative responses for US-led military operations in Libya, the United States still plans to transfer control of the military mission in Libya to an allied coalition in days with NATO playing a key role.

On Wednesday night, a huge explosion was heard on a military base in eastern Libyan capital Tripoli.

Medical personnel say at least 90 people have died in Misratah in the past five days.

Meanwhile, forces loyal to embattled Gaddafi reportedly killed at least 17 civilians, including five children in Misratah over the past 24 hours.  (*)
 
Comments Off on Russian Prime Minister Vladimir Putin concerned over Libya killings

Posted by on March 24, 2011 in World News

 

Tags: , ,

Antara Presiden Medvedev, Perdana Menteri Putin Dan Kekecewaan Gaddafi Pada Sikap Abstain Rusia

Presiden Rusia Dmitry Medvedev (Kiri) dan Perdana Menteri Vladimir Putin

Jakarta, 24//3/2011 (KATAKAMI.COM) — Hampir sepekan invasi 3 negara terjadi di Libya dengan dalih melaksanakan keputusan Resolusi PBB Nomor 1973 tentang zoba bebas terbang atau No Fly Zone ( NFZ ) terhadap Libya yang dipimpin oleh orang kuat yang selalu berpakaian nyentrik Muammar Al Gaddafi.

Setelah hampir sepekan dilaksanakan oleh 3 negara maka dalam waktu yang tidak akan lama lagi, aksi militer terhadap Libya akan dipimpin oleh NATO.

Sehingga semua pihak akan menyaksikan bahwa  aksi militer di Libya ( mengapa ) belum menunjukkan tanda-tanda akan diakhiri.

Sejumlah politisi di Indonesia juga sudah mulai menunjukkan ketidak-senangan atas intervensi asing pada masalah Libya.

Memang kalangan sipil harus dan mutlak dilindungi di Libya tetapi membiarkan kekuatan militer asing memasuki wilayah sebuah negara adalah sebuah tindakan yang tidak seharusnya dibiarkan terjadi dalam sistem pemerintahan manapun juga.

Banyak pihak yang juga berspekulasi, mengapa depot dan ladang-ladang minyak di Libya yang justru ikut dihancurkan.

Lalu basis-basis militer Libya, ikut  dihancurkan.

Lho, selama ini Libya adalah sebuah negara yang diakui keberadaannya dalam tatanan dunia.

Sehingga, apa yang menjadi aset-aset penting didalam sebuah negara, jangan dihancurkan sebab itu hanya akan mendatangkan kerugian sangat amat besar di kemudian hari.

Dan kalau berbicara soal perkembangan di Libya, yang sangat menarik untuk dicermati adalah peran Rusia.

 

Presiden Rusia Dmitry Medvedev (Kiri) dan Perdana Menteri Vladimir Putin

 

Russian Prime Minister Putin says Security Council resolution on Libya “flawed”

 

Sepekan ini dunia dibuat terkesima dengan panggung politik dan kebijakan luar negeri Rusia yang dipimpin oleh duet Dmitry Medvedev sebagai Presiden dan Vladimir Putin sebagai Perdana Menteri.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB akhir pekan lalu, Rusia tidak menggunakan hak veto mereka saat pengambilan suara ( voting ) terkait perlu tidaknya PBB menetapkan kebijakan No Fly Zone (NFZ ) terhadap Libya.

Bila kebijakan NFZ itu ditetapkan sebagai Resolusi remi dari badan dunia PBB, maka semua tindakan militer akan dianggap sah dan legal.

Rusia memilih sikap ABSTAIN.

Dan Rusia tidak sendirian memilih untuk abstain tadi.

Selain Rusia, Jerman, China, India dan Brazil juga mengambil sikap abstain.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan invasi militer ( atau dalam istilah lain yang digunakan oleh PBB adalah MILITARY ACTION ), Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan.

Ia mengkritik dengan keras pelaksanaan serangan militer terhadap Libya.

Putin juga menyebut bahwa keputusan RESOLUSI Dewan Keamanan PBB yang menetapkan kebijakan No Fly Zone terhadap Libya adalah sebuah keputusan yang cacat.

Putin mengecam keras kebijakan Dewan Keamanan PBB ini karena dianggap merupakan sebuah panggilan untuk terciptanya perang salib.

 

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dalam acara konferensi pers di Serbia, 23 Maret 2011. Putin saat ini sedang melakukan kunjungan ke Serbia.

 

 

 

Dalam hitungan menit, pernyataan Putin diberitakan oleh media internasional ke seluruh dunia.

Namun beberapa jam kemudian, Rusia kembali mengejutkan dunia.

Presiden Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Rusia memang memilih untuk tidak terlibat dalam aksi militer Libya tetapi tidak membenarkan serangan terhadap sipil yang dilakukan oleh rezim Muammar Gaddafi.

Medvedev secara tidak langsung ingin menampik pernyataan sebelumnya dari Putin yang sempat sangat keras mengecam aksi militer ke Libya.

Sang Presiden merasa perlu untuk bicara kepada dunia untuk menetralisir situasi pasca keluarnya pernyataan Perdana Menteri yang sangat amat keras, sinis dan begitu tidak senang atas “invasi militer asing” di Libya.

Debat antara Medvedev dan Putin ditutup dengan pernyataan berikutnya dari Putin bahwa semua kecaman dirinya terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB adalah pernyataan pribadi.

Menurut Putin, kebijakan luar negeri Rusia ada di tangan Presiden Medvedev sehingga setiap pernyataan Presiden Medvedev-lah yang harus dirujuk sebagai kebijakan politik luar negeri Rusia mengenai Libya.

Medvedev tidak sedikitpun berkata-kata sangat keras tentang PBB.

Ia menjaga betul setiap pernyataannya.

Pemimpin Libya, Kolonel Muammar Al Gaddafi

 

Dan dari Libya, Muammar Gaddafi tak segan-segan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Rusia.

Menurut Gaddafi, jika memang Rusia tak setuju atas invasi militer asing ke Libya, mengapa Rusia justru bersikap abstain dan tidak menggunakan hak veto mereka saat sidang darurat Dewan Keamanan PBB dilaksanaan saat pengambilan voting tentang No Fly Zone (NFZ).

Tetapi walaupun mengecam sangat keras atas sikap Rusia yang tidak mau memveto, Muammar Gaddafi secara jujur berterimakasih kepada 5 negara yang telah memilih sikap abstain.

Gaddafi tetaplah Gaddafi.

Ia tetap bicara dengan sangat amat cuek di jejaring sosial TWITTER.

MuammarLGaddafi

Plaid-Gaddafi

Twitter adalah sarana Gaddafi untuk mengekspresikan setiap bentuk kemarahan, kekecewaan, kenakalannya dalam berkata-kata, rasa humor yang tetap tinggi dalam mengejek invasi asing ke negaranya dan untuk memberitahukan setiap kebijakan yang diambilnya.

Dan Gaddafi memiliki begitu banyak akun TWITTER.

( Tetapi untuk setiap orang yang jeli memperhatikan kata demi kata yang digunakannya lewat akun-akun TWITTER itu, akan bisa dikenali yang mana yang dituliskan oleh Gaddafi secara pribadi ).

Dan apapun yang dituliskan oleh Gaddafi dalam akun-akun TWITTER yang digunakannya, muara dari semua ungkapan Gaddafi adalah kemarahan yang sangat mendalam atas kesewenang-wenangan asing menginvasi negaranya.

Para pemberontak ( rebels ) seakan dianggap pahlawan.

Pertanyaannya, di negara mana ada kelompok sipil bersenjata yang bisa dibiarkan menguasai sejengkal saja terorial dan kedaulatan dari negara  ?

Di Indonesia, yang namanya pemberontak akan dihadapi secara tegas oleh negara.

Sebutlah misalnya di Nangroe Aceh Darussalam, sempat eksis kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ).

Atau di Papua, sampai saat ini berdiri Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).

Inilah dua kelompok pemberontak ( rebels ) yang sangat amat kuat eksistensinya di Indonesia.

Di Papua sana, sedikit saja berkibar bendera OPM, maka aparat keamananan akan langsung menurunkan bendera bintang kejora.

Di setiap negara terhadap kelompok sipil bersenjata yang memberontak terhadap pemerintahannya.

Dan di negara manapun, kalangan sipil tidak diperkenankan untuk memiliki senjata api yang menyamai, menandingi atau bahkan mengalahkan persenjataan kalangan militer dan aparat keamanan di negara tersebut.

Setiap kelompok pemberontak di semua negara ( entah itu masuk dalam kategori separatis, ekstrimis atau radikalis ), pasti akan berhadapan dengan aparat resmi dari masing-masing negara tadi.

Setiap kelompok pemberontak di semua negara, hampir sama misi perjuangannya yaitu menjatuhkan pemerintah, membentuk pemerintahan sendiri dan bahkan kalau bisa mendirikan negara sendiri.

Sehingga, Resolusi Dewan Keamanan PBB memang pantas dipertanyakan jika dalam implementasinya di Libya, justru diarahkan untuk misi membela kelompok pemberontak ( rebels ).

Ini sinyalemen yang sangat mengkuatirkan bagi setiap pemerintah atau negara manapun didunia ini.

Sebab, indikasi dukungan dari badan dunia PBB kepada kelompok pemberontak ( rebels ) di Libya, menjadi sebuah inspirasi bagi kelompok pemberontak di negara-negara lain untuk melakukan “perjuangan mulia yang sama”.

Para pemberontak Libya memegang senjata di Benghazi, 23 Maret 2011

Artinya, dari awal sudah salah kaprah kalau kelompok anti Gaddafi di Libya menamakan diri mereka sebagai REBELS ( pemberontak ).

Tidak akan kepala pemerintahan atau kepala negara manapun didunia ini yang mau kalau kelompok pemberontak, separatis, radikalis atau ekstrimis di negaranya, akan mendapat pembenaran dan dukungan resmi dari badan dunia sekelas PBB.

Kembali ke masalah Rusia.

Yang menarik untuk disimak ini adalah kepatuhan Vladimir Putin kepada Sang Presiden.

Padahal semua tahu bahwa sesungguhnya, Putin adalah senior dari Medvedev.

Tetapi, Putin menunjukkan kepada dunia bahwa sebagai Perdana Menteri ia patuh dan tunduk kepada presidennya.

Putin menjadi inspirasi kepada dunia bahwa setiap pimpinan harus dihormati.

Moscow menunjukkan panggung politik yang dewasa dan mengagumkan.

Gaddafi tak perlu terlalu berlebihan mengecam sikap abstain Rusia.

Sebab walaupun brutalitas kelompok pemberontak di Libya sudah berlebihan dalam melawan pemerintahnya, kekerasan yang juga telah dilakukan oleh Gaddafi terhadap sipil di negaranya juga tak bisa ditolerir.

( Tetapi kalau boleh lebih leluasa dalam menganalisa, bisa jadi sebenarnya Muammar Gaddafi tak ingin bersikap keras kepada rakyatnya sendiri. Namun, pemberontakan yang terus menerus dilakukan oleh kalangan pemberontak BERSENJATA di Libya yang mengarah pada misi menjatuhkan pemerintah, sesungguhnya bisa dianggap menjadi sebuah tantangan serius kepada pemerintah).

Dan dalam pekan ini, Dewan Keamanan PBB akan kembali bersidang untuk membahas masalah Libya.

Dunia akan melihat, akan seperti apalagikah Rusia memainkan perananannya dalam kerangka ikut menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Baik itu Medvedev atau Putin, keduanya diharapkan sangat serius memanfaatkan setiap momen demi menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Janganlah didukung setiap hal yang misi terselubungnya adalah mencampuri urusan dalam negeri dari negara-negara lain.

Janganlah juga didiamkan setiap hal yang misi terselubungnya adalah menjatuhkan kepala pemerintahan di negara-negara lain ( dengan alasan apapun juga ).

 

Presiden Rusia Dmitry Medvedev saat memberikan keterangan kepada wartawan (21/3/2011) tentang sikap resmi Rusia terhadap masalah Libya

 

Rusia harus tetap bisa menjadi pilar dunia yang kokoh dan tegas dalam bersikap.

Rusia harus tetap menunjukkan panggung politik yang dewasa dan mengagumkan.

Dan Putin menjadi inspirasi dalam tatanan pemerintahan yang sesungguhnya. Ia tidak merasa dirinya paling hebat, paling benar dan lebih berpengalaman dari siapapun.

Sebab dalam sistem pemerintahan, orang nomor satu atau presiden tetaplah orang nomor satu yang harus dihormati.

Pemandangan politik tentang bagaimana menjalankan pemerintahan, telah ditunjukkan oleh para politisi Moscow yang sangat kawakan. Tak ada yang bisa menebak, apakah sebenarnya debat antara Presiden dan Perdana Menteri Rusia tentang Libya adalah sebuah permainan politik atau perdebatan natural yang lumrah terjadi didunia ini.

Yang jelas, Rusia ingin mengatakan kepada dunia bahwa setiap kalangan sipil harus dilindungi dimanapun juga mereka berada.

Tetapi setiap kedaulatan dari masing-masing negara juga harus dihormati ( jadi tidak perlu bagi pihak manapun juga memasukkan agenda menjatuhkan pemimpin negara lain seakan-akan menjadi tren baru kebijakan luar negeri ).

Rusia tidak menggunakan hak veto mereka, pasti karena satu hal yaitu ingin agar situasi di Libya bisa lebih membaik dengan adanya tekanan internasional.

Akan sangat tidak bijaksana bagi Rusia untuk memveto jika pada kenyataannya di lapangan, memang ada kalangan sipil yang terkorbankan di Libya.

Ini memang menjadi sebuah dilema bagi setiap negara yang memilih sikap abstain.

Mereka tak mungkin menggunakan hak veto sepanjang yang terjadi di lapangan masih sangat tidak terkendali.

Sehingga ini jugalah yang harus disadari oleh Gaddafi.

Lindungi kalangan sipil anda ( walaupun apa boleh buat, kelompok pemberontak bersenjata yang sangat ekstrimis di Libya, bisa dengan mudah bersembunyi di balik kedok sebagai “kalangan sipil yang harus didukung dan dilindungi ).

Semoga, ya semoga, keadaan di Libya bisa segera terselesaikan secara baik.

Tidak berkepangan.

Tidak lagi berdarah-darah.

 

 

(MS)

 
Comments Off on Antara Presiden Medvedev, Perdana Menteri Putin Dan Kekecewaan Gaddafi Pada Sikap Abstain Rusia

Posted by on March 24, 2011 in World News

 

Tags: , , , ,

Photostream : Russian Prime Minister Vladimir Putin meets Serbian Leaders

Russia's Prime Minister Vladimir Putin and Serbia's President Boris Tadic review a guard of honour in Belgrade March 23, 2011. REUTERS/Ivan Milutinovic

Serbia's President Boris Tadic (R) and Russia's Prime Minister Vladimir Putin arrive at a news conference in Belgrade March 23, 2011. REUTERS/Ivan Milutinovic

Russian Prime Minister Vladimir Putin attends a joint press conference with Serbian President Boris Tadic in Belgrade on March 23, 2011. In Serbia, where Putin mainly discussed Russia South Stream gas pipeline project which will run through the Balkans country, the Russian prime minister again criticised the ease with which the decision to bomb Libya was made. (Photo by ANDREJ ISAKOVIC/AFP/Getty Images)

Russian Prime Minister Vladimir Putin (L) and his Serbian counterpart Mirko Cvetkovic pose after their meeting in Belgrade on March 23, 2011. In Serbia, where Putin mainly discussed Russia South Stream gas pipeline project which will run through the Balkans country, the Russian prime minister against criticised the ease with which the decision to bomb Libya was made. (Photo by ANDREJ ISAKOVIC/AFP/Getty Images)

Russian Prime Minister Vladimir Putin (L) and his Serbian counterpart Mirko Cvetkovic shake hands after their meeting in Belgrade on March 23, 2011. In Serbia, where Putin mainly discussed Russia South Stream gas pipeline project which will run through the Balkans country, the Russian prime minister against criticised the ease with which the decision to bomb Libya was made. (Photo by ANDREJ ISAKOVIC/AFP/Getty Images)

 
Comments Off on Photostream : Russian Prime Minister Vladimir Putin meets Serbian Leaders

Posted by on March 24, 2011 in World News

 

Tags: , , , ,

Putin says Medvedev and he have close opinions about Libyan events

File picture : Russian Prime Minister Vladimir Putin, left and President Dmitry Medvedev

LJUBLJANA, March 23 (KATAKAMI.COM) — Prime Minister Vladimir Putin said on Tuesday that President Dmitry Medvedev and he had very close opinions about the situation in Libya and stressed that the president determined the Russian foreign policy, Russian News Agency ITAR TASS reported on Tuesday.

“As for the unity or no unity in the opinions of Russian leaders about the events in Libya, the president determines the foreign policy of Russia and there cannot be any duality there,” Putin said. “If you ask me whether Mr. Medvedev and I have different views, I can assure you that we are close to each other and have mutual understanding.”

“As for the core of the problem, we must think about victims, whose number is growing in the civil war and the bombings. That is what we must think about in the first turn. First and foremost, those involved in the tragedy must think about that and pray for saving their souls,” he stressed.  (*)
 
Comments Off on Putin says Medvedev and he have close opinions about Libyan events

Posted by on March 23, 2011 in World News

 

Tags: , ,

Russian Prime Minister Putin says Security Council resolution on Libya "flawed"

Russian Prime Minister Vladimir Putin

 

 

RUSSIA, March 21, 2011 (KATAKAMI.COM) — Russian Prime Minister Vladimir Putin on Monday criticized the UN Security Council resolution on Libya for allowing foreign military intervention in a sovereign state, RIA NOVOSTI reported on Monday.

“The Security Council resolution is flawed, it allows everything and is reminiscent of a medieval call for a crusade,” Putin said. “In fact, it allows intervention in a sovereign state.”   (*)

 
Comments Off on Russian Prime Minister Putin says Security Council resolution on Libya "flawed"

Posted by on March 21, 2011 in World News

 

Tags: , ,

Sochi Olympics' mascot snow leopard symbol of new Russia – Putin

Russia's Prime Minister Vladimir Putin listens to Governor of Sakhalin Region Alexander Khoroshavin, with a portrait of President Dmitry Medvedev in the background, during their meeting in the Far Eastern city of Yuzhno-Sakhalinsk March 19, 2011. Putin said on Sunday that Japan was starting to get control of the situation at its stricken nuclear power station. REUTERS/Alexsey Druginyn/RIA Novosti/Pool

RUSSIA, March 21, 2011 (KATAKAMI.COM) — Sochi 2014 Olympics’ mascot snow leopard is a symbol of a new Russia, Russian Prime Minister Vladimir Putin said in an interview to Rossiya (Russia) and Moya Planeta (My Planet) TV-channels.

As reported by RIA NOVOSTI on Monday, Leopard, polar bear and hare were chosen mascots of the 2014 Sochi Winter Olympics following in a nationwide SMS-vote in late February.

“This is a collective image, which tells us that Russia is very diverse,” Putin said. “It [Russia] is beautiful for its diversity, and the fact that one of the symbols of the Olympics has become an animal that we are reviving, and which was destroyed by humans in 50s of the last century, suggests that Russia is becoming different,” the prime minister said.

“It [Russia] cares for nature, cares about its resources, restoring it for future generations,” Putin continued. “This is a sign of modern Russia.”

When the voting was about to start, Putin said he would like leopard to become the official mascot. The leopard received 28% of the votes, 18% and 16% voted for the polar bear and the hare, respectively.
 

Sochi Olympics' mascot snow leopard symbol of new Russia

 


A nationwide competition to find a mascot for the 2014 Olympics kicked off on September 1, 2010.

The mascot “should encompass a range of features characteristic of Russia, and at the same time be intelligible to people of every age, profession and nationality,” organizers said earlier.  (*)
 
Comments Off on Sochi Olympics' mascot snow leopard symbol of new Russia – Putin

Posted by on March 21, 2011 in World News

 

Tags: ,